"Pengen naik gundam"
Di dalam hati, aku tertawa. Saat itu aku sedang berada di sebuah bangunan penyedia jasa koneksi internet. Aku sedang mengunjungi salah satu situs social networking yang cukup terkenal di kalangan netters. Ada bagian dalam situs tersebut yang berfungsi sebagai tempat pemilik account untuk memasukkan kata-kata yang menggambarkan dirinya. Di situlah mataku tertuju pada tulisan di atas.
Di dalam hati, aku tertawa. Saat itu aku sedang berada di sebuah bangunan penyedia jasa koneksi internet. Aku sedang mengunjungi salah satu situs social networking yang cukup terkenal di kalangan netters. Ada bagian dalam situs tersebut yang berfungsi sebagai tempat pemilik account untuk memasukkan kata-kata yang menggambarkan dirinya. Di situlah mataku tertuju pada tulisan di atas.
"Pengen naik gundam"
Gundam adalah salah satu anime yang cukup terkenal di kalangan anak muda. Sejak kemunculannya pertama kali pada tahun 1979, anime ini telah mengeluarkan banyak sekali serial TV dan film. Tak hanya itu, anime ini sukses membuat mainan berupa replika robot gundam yang laris manis. Namun, pikirku saat itu, sampai sebegitunyakah bila orang menyukai sesuatu?
...
Tak ada yang bisa menghentikan aliran waktu. Ia akan terus mengalir secara konstan dan pasti. Suatu ketika, tetangga kamarku meminjam sebuah CD Case dari kakak kelasnya (yang kebetulan kakak kelasku juga). Di dalamnya terdapat beberapa CD serial anime yang cukup terkenal. Yap, ada satu seri gundam di sana.
Gundam SEED. Itu adalah judul serial tersebut. Aku penasaran, mengapa orang bisa begitu menyukai serial ini. Jadi, aku memutuskan meluangkan waktu untuk menontonnya. Ada 50 episode dalam satu seri ini. Setelah beberapa hari, akhirnya selesai juga aku menontonnya. Well, ternyata kisahnya cukup menarik. Pembuat mencoba mengangkat ambisi manusia untuk menjadi yang terbaik yang diceritakan dengan usaha memanipulasi DNA manusia. Seri ini juga memertanyakan apakah sebenarnya definisi dari musuh, apa yang harus kita lakukan kepada mereka, dan apakah ada solusi yang lebih baik daripada pertempuran.
Kisah dalam Gundam SEED ternyata masih berlanjut dalam sekuel. Kali ini berjudul Gundam SEED Destiny, sekali lagi 50 episode. Semakin lama menonton, semakin terhanyut pula aku dalam kisahnya. Jadi jangan salahkan aku bila suatu hari nanti saat melihat profilku Engkau mendapati tulisan:
"Pengen naik gundam"
Gundam adalah salah satu anime yang cukup terkenal di kalangan anak muda. Sejak kemunculannya pertama kali pada tahun 1979, anime ini telah mengeluarkan banyak sekali serial TV dan film. Tak hanya itu, anime ini sukses membuat mainan berupa replika robot gundam yang laris manis. Namun, pikirku saat itu, sampai sebegitunyakah bila orang menyukai sesuatu?
...
Tak ada yang bisa menghentikan aliran waktu. Ia akan terus mengalir secara konstan dan pasti. Suatu ketika, tetangga kamarku meminjam sebuah CD Case dari kakak kelasnya (yang kebetulan kakak kelasku juga). Di dalamnya terdapat beberapa CD serial anime yang cukup terkenal. Yap, ada satu seri gundam di sana.
Gundam SEED. Itu adalah judul serial tersebut. Aku penasaran, mengapa orang bisa begitu menyukai serial ini. Jadi, aku memutuskan meluangkan waktu untuk menontonnya. Ada 50 episode dalam satu seri ini. Setelah beberapa hari, akhirnya selesai juga aku menontonnya. Well, ternyata kisahnya cukup menarik. Pembuat mencoba mengangkat ambisi manusia untuk menjadi yang terbaik yang diceritakan dengan usaha memanipulasi DNA manusia. Seri ini juga memertanyakan apakah sebenarnya definisi dari musuh, apa yang harus kita lakukan kepada mereka, dan apakah ada solusi yang lebih baik daripada pertempuran.
Kisah dalam Gundam SEED ternyata masih berlanjut dalam sekuel. Kali ini berjudul Gundam SEED Destiny, sekali lagi 50 episode. Semakin lama menonton, semakin terhanyut pula aku dalam kisahnya. Jadi jangan salahkan aku bila suatu hari nanti saat melihat profilku Engkau mendapati tulisan:
"Pengen naik gundam"
gambar diambil dari http://www.fantasymundo.com/galeria/imagenes/introduccion-manga/gundam_seed01.jpg

0 comment:
Posting Komentar