Kamis, 25 Oktober 2007

Tarif lama

Pemakaian bahasa Indonesia di kalangan masyarakat kini sudah masuk ke tahap yang cukup memrihatinkan. Secara tidak sadar, mungkin Anda (atau saya mungkin) telah melakukan kejahatan terhadap bahasa persatuan kita ini. Penggunaan kalimat yang ambigu adalah salah satu di antaranya.
Kalimat ambigu secara umum dapat diartikan sebagai kalimat yang memiliki pengertian yang kabur. Kalimat ini bisa dapat diartikan berbeda-beda menurut sudut pandang orang yang melihatnya. Kalimat ini lazim ditemui sebagai kalimat promosi. khususnya dalam iklan masa kini.
Tak hanya dalam iklan di televisi saja, penggunaan kalimat ambigu juga telah menyentuh jalanan. Saat itu saya sedang melihat sebuah taksi di pinggiran jalan. Taksinya sih biasa, namun pada jendelanya terdapat kertas kecil yang bertuliskan begini:

TARIF LAMA

Sebagai orang awam, ada dua arti yang terlintas di kepala. Pertama, tarif taksi tersebut tidak adalah tarif yang sama dengan tarif pada masa yang lalu. Dengan kata lain, tarif taksi tersebut tidak mengalami perubahan. Kedua, taksi biasanya menggunakan argo yang berbasis waktu. Dari dasar ini saya menyimpulkan dengan waktu yang sama, penumpang membayar dengan tarif yang lebih murah. Atau dengan tarif yang sama, penumpang bisa menaiki taksi dengan jangka waktu yang lebih lama.
Benar atau tidaknya pendapat yang telah saya sebutkan di atas sampai sekarang masih menjadi misteri tersendiri. Jadi kalau Anda secara tidak sengaja menemukan taksi yang dimaksud, mohon ditanyakan maksud tulisan tersebut. Dan jangan lupa memberitahu saya tentunya.

2 comment:

Anonim mengatakan...

firstly...
asik komentar pertama...
secondly..
tarif lama, aq menganggap tarif lama itu lebih murah daripada tarif baru... memang kata sopir taksi yang pernah saya tanyai tarif lama memang lebih murah dari tarif baru, tapi kualitas mesin argonya tidak meyakinkan. Mesin argo taksi yang bener adalah mesin argo yang disegel oleh perusahaan taksi tersebut, karena tidak menutup kemungkinan sopir taksi itu mengutak-atik mesin argonya dengan menambahkan nilai increment tarif dari argo itu.
Finally...
Mendingan naik taksi yang udah terkenal baik... dan jangan lupa lihat mesin argonya..disegel ato tidak..

arifn mengatakan...

hmm..

jadi tarif lama itu tarif jaman dahulu ya?? hohoho..

selamat karena telah memberi komentar untuk pertama kali dan terima kasih telah memecahkan salah satu misteri dalam hidup.. :D